Pemikiran Frederic Bastiat

Diskusi Serial Liberalisme kali ini mengupas tentang pemikiran Frederic Bastiat, dengan pembicara Arianto Patundru. Diskusi ini dihadiri oleh peserta diskusi dari pelbagai kampus, khususnya teman-teman peserta diskusi. Peserta yang hadir kurang lebih 23 orang. Bagi teman-teman, diskusi kali ini sangat menarik karena Arinto patundru mampu memberikan penjelasan baru bagi teman-teman.

Arianto Patundru memulai diskusi dengan meng-counter pemikiran lawan-lawan yang mengejek atau melakukan perang terhadap pemikiran liberal. Bagi teman-teman ini sungguh penjelasan menarik. Bahkan, beberapa teman dengan tegas mengatakan sangat tertarik terhadap penjelasan mas Aco (sapaan akrab Arianto patundru).

Arianto Patundru membahas dua disiplin keilmuan gagasan Bastiat,yaitu di bidang ekonomi dan hukum. Poin penting di bidang ekonomi—pembahasan mas Aco—melingkupi tiga aspek teori yang digagas Bastiat. Ketiga teori tersebut adalah teori kaca pecah, petisi para pembuat lilin dan merkatilis. Teori kaca pecah dimaksudkan untuk melihat potensi dan pertumbuhan ekonomi.

Sementara teori petition of candle light maker—oleh Bastiat—dimaksudkan untuk menolak proteksi Negara atas aktivitas ekonomi. Melalui teori ini, bastiat menyerang industry yang selalu meminta proteksi dari Negara. Di bidang hukum,pemikiran Bastiat bertolak dari pandangannya tentang kebebasan. Menurut Bastiat, terdapat tiga macam hak-hak asasi manusia, yaitu hak hidup, kebebasan dan property right. Kebalikan dari ketiganya adalah kematian (pembunuhan), perbudakan dan perampasan. Demikian Arianto Patundru menjelaskan pemikiran Bastiat di kampus Paramadina pada 30 Juli 2010.

Menurut mas Aco, teori pada akhirnya harus didialogkan dengan kenyataan. Tidak ada teori yang final, apalagi dijadikan dogma sacral. Oleh karena itu, pemikiran liberalisme pun tumbuh dengan varian yang beraneka ragam. Bahkan, liberalisme juga mengamini apa yang kemudian disebut “redistribusi.” Beberapa pertanyaan teman-teman kepada mas Aco, salah satunya “mengacu pada Negara kita yang anggota DPR melakukan legislasi,berarti Negara kita tambah tidak liberal donk? Melihat kondisi ekonomi di Indonesia, kira-kira apa yang harus dilakukan untuk menumbuhkan ekonomi? Kira-kira tantangan sosio-politis yang dihadapi Bastiat bagaimana?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: