John Situart Mill: Pendidikan yang Membebaskan

Salah satu tujuan utama John Situart Mill mengarang buku on Liberty untuk melindungi kesewenang-wenangan autocracy. Prinsipnya, John Situart Mill selalu curiga terhadap autocracy. Hal ini sangat wajar mengingat posisi raja sangat kuat pengaruhnya dalam autocracy. Jika peran autocracy dominan, kebebasan individu bisa tercederai.

Harm principle yang digagas oleh John Sittuart Mill luar biasa dalam memandang kebebasan. Manusia dalam kaitannya dengan dirinya sendiri memiliki kebebasan seluas-luasnya. Kebebasan individu seluas itu, berhenti ketika mengganggu kebebasan orang lain, dibatasi oleh kebebasan orang lain.

Dalam konteks pendidikan, kebebasan semacam iniah yang ingin diperjuangkan John Situart Mill. Pendidikan harus memerdekakan seseorang untuk menentukan pilihan minat dan bakat. Bahkan, orang tua sekalipun tidak berhak mencederai kebebasan anak—anaknya dalam menentukan arah. Salah satu argumennya kenapa peran serta Negara dalam hal pendidikan harus dibatasi agar tidak ada intervensi pemerintah untuk menginjeksikan pemahaman tertentu yang dianggap baik oleh pihak pemerintah. Sebab, apa yang diyakini baik oleh pemerintah belum tentu baik bagi seluruh komponen bangsa.Jika ini terjadi, pendidikan mendekati penyeragaman.

Kasus yang terjadi di dunia Islam merupakan contoh kongkrit betapa campur tangan Negara menjadi mengerikan. Kasus Ibnu Hambal, salah satu pendiri madzhab yang empat, hampir dibunh hanya karena dipaksa untuk mengimani paham mu’tazilah. Ketika itu, orang yang tidak sepaham dengan Mu’tazilah disiksa, dibunuh. Pertanyaan yang diajukan untuk menguji apakah berpegangan terhadap madzhab mu’tazilah atau bukan, tentang makhluk-tidaknya al-Qur’an. Ketika mengatakan al-Qur’an bukan makhluk, tidak segan-segang dibunuh atau disiksa. Namun Ibnu Hambal cerdik menyikapi soal ini.

Hemat penulis, kekhawatiran semacam ini yang juga dialami oleh John Situart Mill, ketakutan akan kesemena-menaan Negara. Menurut john Situart Mill, orang yang secara terbuka berdiri sebagai pengagum kekuatan adalah para pembela ketidak-adilan. Kekuatan yang ia maksudkan berlindung di balik jubah Negara. Jelas posisi dia menolak peran serta Negara dalam pendidikan.

Yang berhak untuk menggaransi pendidikan adalah orang tua bagi anak-anaknya. Setiap orang ditegaskan bahwa orang tua yang merencanakan memiliki anak sejatinya mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Orang tua yang hanya mengakomodasi kebutuhan makan,minum dan kebutuhan keseharian bagi tubuh anak tanpa memberi pengajaran dan pelatihan untuk pikiran anak dianggap merupakan kejahatan moral.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana jika orang tua tidak mampu member akses bagi pendidikan anak? Siapa yang harus bertanggung jawab tentang masalah ini karena pendidikan merupakan suatu keniscayaan. Ketika orang tua tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan anak akan akses pendidikan, tawaran solusi John Situart Mill Negara harus memenuhinya. Namun, sebisa mungkin dibebankan kepada orang tua.

Kritik yang diajukan John Situart Mill kepada orang tua karena beban dan tanggung jawab yang sejatinya diemban mereka menjadi abai akibat pendidikan digratiskan. Ia memang merespon keadaan lingkungan di mana dia hidup. Yang ingin ditekankan olehnya bagaimana orang tua harus bertanggung jawab, memberi perhatian kepada pendidikan anak. Kasih sayang orang tua kepada anaknya diandaikan bahwa anak adalah bagian dari diri mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: