Human Understanding Menurut David Hume

David Hume dalam membangun fondasi pemikiran liberalisme sungguh sangat signifikan. Teorinya yang cukup terkenal tentang self interest memberi sumbangsih luar biasa bagi tumbuhnya individualisme. Individualisme dalam tradisi filsafat sangat berbeda dengan egoisme. Egoism adalah suatu bentuk ketidak-pedulian kepada orang lain. Namun individualism menginginkan kebebasan dalam diri seseorang tanpa ada sekat yang mengkerangkeng. Artinya, penghargaan terhadap diri bukan berarti tidak abai terhadap orang lain. Sebaliknya, melalui pemahaman dan perhatian terhadap diri, ia akan berusaha memperhatikan orang lain.

David Hume sangat penting dan berpengaruh hingga ke Fukuyama. Immanual Kant mengaku telah dibangunkan dari tidur dogma oleh Hume.filsafat politik dan etiknya ia tuangkan dalam buku Treatise of Human nature (1739).

David Hume mampu membuat semacam formula apa yang kemudian disebut human nature, tindakan moral yang dikaitkan dengan sesuatu yang paling dalam dalam diri seorang manusia. Human nature tidak mungkin terbantah karena ia indeed dalam diri seseorang. David Hume juga mempelajari mana yang natural dan mana yang tidak natural. Yang membawa dampak sekaligus fokus dalam pembentukan teorinya adalah hal-hal yang natural.

Untuk memetakan pemikrian David Hume, di Inggris terkenal apa yang kemudian dinamakan British Empirisism di mana tokohnya yang terkenal John Locke dan George Barkeley. John Lock dianggap mampu memperkenalkan istilah tabula rasa. Pengetahuan manusia tidak diperoleh dari ide bawaan sebagaimana yang diasumsikan kaum rasionalis. Setiap orang dilahirkan ibarat kertas putih (tabula rasa). Pengalaman yang kemudian mengisinya dengan ilmu pengetahuan. Sementara menurut Barkeley yang dimaksud ada karena dipersepsi. Berpijak dari dua tokoh besar ini, David Hume melahirkan teori impresi (impression). Impresi ini oleh Hume dijadikan pijakan pengetahuan.

Untuk mempermudah teori ini, sebaiknya dijelaskan teori Hume tentang Human Understanding. Menurutnya, pandangan manusia kepada external world (dunia luar) menghasilkan impresi. Melalui impresi, ilmu pengetahuan dapat diperoleh. Impresi yang langsung terefleksi setelah melihat external world disebut original. Sementara impresi yang dihasilkan setelah melaui refleksi atau reaksi atas apa yang dilihat di dunia luar yang kemudian menghasilkan passion (gairah,semangat) ia sebut sebagai secondary. Secondary ini dibagi ke dalam dua kategori, direct dan indirect.

Passion yang diperoleh secara langsung akibat kontak manusia dengan dunia luar seperti sedih, senang, hasrat dan yang lainnya disebut direct. Sementara passion akibat interaksi manusia dengan dunia luar yang memerlukan kontemplasi disebut indirect. Seperti cinta,keterhinaan dan lain-lain.

Tindakan moral, bagi Hume, harus didasarkan pada passion , bukan pada reason. Hanya melalui passion tindakan moral akan lebih mendekati kebenaran karena menyentuh aspek terdalam Ke-diri-an seseorang. Bagaimana mungkin kita menolak apa yang kita rasakan dalam diri kita. Berdasar pada pemahaman inilah,Hume menegaskan bahwa pengetahuan passion adalah yang paling benar atau paling mendekati kebenaran.

Fokus perhatian Hume pada dimensi terdalam kemanusiaan seseorang. Menurutnya, yang seharusnya menjadi perhatian dari tindakan seseroang bukan pada tindakan itu sendiri, tetapi pada motif. Kebaikan sebagai tindakan tidak kemudian dianggap baik karena harus menyertakan motif ke dalamnya. Menurutnya, untuk menghasilka kebaikan, motif yang baik menjadi suatu keniscayaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: